SENI MUSIK UNTUK ANAK
USIA DINI
Pengertian seni musik
Musik
adalah ungkapan ekspresi estetik seseorang yang dituangkan dalam bentuk suara.
Sebagai
salah satu bagian dari sebuah karya seni, musik juga merupakan karya seni yang
universal. Siapapun, kaya miskin, pejabat buruh, tua muda, laki-laki perempuan
dan suku bangsa apapun menyukai seni musik. Dalam sisi kehidupannya, manusia
tidak terlepas dari seni musik. Event resmi atau hiburan, selalu ada musik.
Bisa kita perhatikan di layar kaca televisi, hampir semua mata acara selalu ada
muatan seni musiknya.
Sepanjang
sejarahnya, musik diciptakan untuk segala peristiwa besar. Musik tertentu telah
diciptakan untuk peristiwa penting manusia, seperti gending gebo giro pada
perkawinan masyarakat jawa, musik gondang dan uning-uningan pada perkawinan
batak. Kematian, seperti requiem pada pemeluk nasrani, musik angklung menyambut
panen tiba di parahiyangan, dll. Musik juga dapat menyatukan solidarisme
kebangsaan, seperti lagu indonesia raya, atau solidaritas politik, seperti lagu
mars dan hymne partai. Musikpun berperan dalam bidang ekonomi, seperti
jingle-jingle produk-produk yang dipasarkan.
Menjadi
sangat dimengerti apabila para ulama tempo dulu menciptakan banyak lagu
/tembang sebagai sarana dakwahnya. Lagu-lagu iru sampai sekarang masih sering
kita dengarkan lewat menara-menara masjid dengan lantunan puji-pujiannya. Konon
untuk menunjukkan kecintaannya pada rosulullah, para shahabat melantunkan
sholawat badar untukmenyambut kedatangan Nabi Muhammad SAW dari perang badar
yang dimenangkan kaum muslimin dengan gilang gemilang. Bukankah sholawat badar
bukan satu bentuk dari nyanyian. Demikian pula ketika nabi Muhammad SAW
mengagumi lantunan suara Abu Musa AlAsy'ari membaca Al-Qur'an,bukankah lantunan
suara itu bentuk dari sebuah lagu. Demikianlah menurut fitrohnya manusia memang
menyukai keindahan, dalam soal suara, manusia pasti akan lebih menyukai
nada-nada yang indah, mengandung harmoni, sehingga enak didengar daripada mendengar
suara-suara yang cenderung sumbang, tak beraturan sehingga terasa tak nyaman di
telinga. Bentuk harmoni yang indah itu kemudian diusahakan agar dapat diulang
kembali, diperdengarkan lagi, ditirukan, bahkan disebarluaskan. ltulah yang
kita kenal sebagai lagu atau nyanyian.
Fungsi dan makna
nyanyian bagi pendidikan anak-anak.
Melihat
kegemaran anak-anak menyanyi tentu dengan segenap tingkah lakunya, menerbitkan pertanyaan
: apa sebenarnya fungsi dan makna lagu-lagu semacam itu bagi mereka? sebagai
seorang pendidik pertanyaan lumrah ini memang wajib kita cari jawabannya.
Sebagai renungan dibawah ini secara garis besar akan kita sebutkan apa makna
dan fungsi kegiatan bernyanyi bagi anak-anak, yaitu :
1.
Sebagai pendidikan emosi
2.
Pendidikan motorik
3.
Pengembangan daya imajinasi
4.
Peneguhan eksistensi diri
5.
Pengembangan kemampuan berbahasa
6.
Pengembangan daya intelektual
7.
Pengembangan kekayaan rohanidan pendidikan nilai-nilai moral.
Pengaruh musik pada
perkembangan anak usia dini.
Menyanyi
adalah bagian yang tak terpisahkan dari dunia anak-anak. Menyenandungkan lagu,
apalagi yang berirama riang, sungguh merupakan kegiatan yang disukainya. Hal
ini tidaklah mengherankan, karena lagu pada dasarnya adalah bentuk dari bahasa
nada, yaitu bentuk harmoni dari tinggi rendahnya suara. Pada insan-insan belia
yang perbendaharaan bahasa masih cukup terbatas ini, bahasa nada justru lebih
mudah mereka kunyah. Bahasa kata-kata membuat mereka dituntut mengernyitkan
dahi dan bersusah payah untuk memahami maknanya. Sedang bahasa nada justru akan
membawa mereka pada suasana: riang, syahdu, sedih,semangat,dsb, tanpa harus
mereka mengerti apa isi kandungannya. Kita dapat saksifan bayi yang baru
berusia beberapa bulan tergelak-gelak mendengar ayah bundanya menyanyikan lagu
gembira. Saat lain iapun tertidur pulas setelah bundanya melantunkan lagu
syahdu walaupun tanpa syair, semisal ningnong ning gung .. Begitulah, jauh
sebelum anak-anak mengenal bahasa kata,ia telah mengenal bahasa nada.
Ketika
anak-anak beranjak lebih besar, mereka akan semakin akrab dengan lagu atau
nyanyian. Asal melodinya tidak terlalu rumit, mereka akan dengan senang hati
menyanyikannya. Mereka minta diajari menyanyi, menghafalkan syairnya, belajar
melafalkan kata-kata yang terdapat pada syair lagu itu, sibuk bergaya ketika
menyanyi, dsb.Semua itu adalah bagian dari dunia keceriaan masa kanak-kanak
yang indah.
Dalam
proses perkembangan otak dan pikiran seorang bayi dalam rahim, ada sistem yang
terbentuk pada tahap yang sangat dini, yakni sistem pendengaran. Telinga adalah
organ pertamajanin yang terhubungkan dengan perkembangan sistem syaraf otak,
dan janin mulai mampu mendengar pada usia trisemester kedua kehadirannya dalam
rahim. Menurut Dr. Alfred Tomatis, Perancis, gangguan pada alat pendengaran
baik ketika masih berada
dalam
kandungan maupun pada tahun-tahun pertama kehidupan seorang anak manusia dapat
menyebabkan gangguan pada kemampuan mendengarkan, kemampuan belajar, dan
gangguan emosi pada tahun-tahun berikutnya. Mulai sekitar usia lima bulan bayi
dalam kandungan tersebut mulai belajar 'bahasa' melalui pembentukan kemampuan
sensori-motorik primernya, yaitu ketika bayi mulai memberikan reaksi-reaksi
otot terhadap bunyi dari kata-kata yang diucapkan sang ibu. Ini menjadi
landasan bagi perkembangan kemampuan berbahasa sang bayi ketika dia lahir
kelak.
Dari
sejumlah hasil penelitian diperoleh informasi yang menggugah perhatian kita,
bahwa seni khususnya musik sangat berkaitan erat dengan kemampuan akademik
seseorang. sembilan puluh persen anak-anak yang belajar pada sekolah yang
menerapkan program musik secara intensif, menunjukkan kemampuan berbahasa di
atas tala-rata kemampuan anak berbahasa di sekolah tersebut.
Zoltan
Kodaly (1882-1967) adalah seorang komposer, etnomusikotog, pendidik berkebangsaan
Hongaria. Ketertarikannya pada pendldikan khususnya pengajaran musik, telah
mendorongnya menclptakan sebuah metode betajar musik yang dikenat dengan metode
Kodaly. Pandangannya tentang musik dan anak adatah bahwa setiap anak mempunyai
kecakapan berbahasa dan juga cakap berbahasa musikat; bernyanyi adalah dasar
terbaik bagi anak yang belajar musik; pendidikan musik akan sangat efektif bila
diajarkan pada anali-anak usia dini; musik seharusnya menjadi inti suatu
kurikulum sekotah format. menurutnya anak berkembang secara utuh, yakni berkembang
secara fisik, emosional, estetik, dan intetektuat, termasuk juga anak
berkembang secara musika[ datam pencapaian peningkatan kemampuan-kemampuan yang
kompleks.
Teori
Multiple Intelligence yang dikembangkan Gardner pada tahun 1980-an, memperkuat
pendapat bahwa seni khususnya musik mempunyai fungsi dan berpengaruh dalam
mengembangkan intelegensi anak. Teori ini memberikan wacana yang lebih luas
dalam memandang seorang anak secara holistik. Teori Gardner ini sangat
berseberangan dengan teori'teori sebelumnya yang mengatakan bahwa manusia hanya
memiliki verbal- linguistic intelligence dan logical-mathematical intelligence.
Menurutnya masih ada enam intelegensia lainnya yang dimiliki oleh setiap
manusia.
Teori
Multiple Intelligences menyebutkan bahwa setiap manusia memiliki multi
intelegensi yang meliputi:
1.
Linguistic Intellegence, yakni suatu kemampuan untuk memahami dan menggunakan
bahasa baik bahasa lisan dan tulisan. Memiliki kepekaan memaknai kata-kata dan
fungsi-fungsi bahasa. Mereka berpotensi menjadi penulis, penyair, orator,
pengacara.
2.
Logical/Mathematical Intelligence, yakni suatu kemampuan menggunakan berpikir
induktif dan deduktif, angka-angka, dan pola-pola abstrak. Seringkali menunjuk
pada kemampuan berpikir scientific, membandingkan, membedakan, dan memadukan
informasi. Berpotensi menjadi ilmuwan dan ahli matematika.
3.
Musical Intelligence, yakni kemampuan untuk memahami komunikasi dengan
menggunakan pola-pola nada, bunyi, ritmik dan beat. Berpotensi sebagai musisi
dan komposer.
4.
Bodily-Kinesthetic Intelligence, kemampuan menggunakan dan memahami gerakan
yang bersifat fisik. Unggul terhadap gerakan tubuh atau kemampuan memanipulasi
objek dengan baik. Berpotensi menjadi atlet, instrumentalis, penari, dan SAR.
5.
Visual Spatial Intelligence, kemampuan menerima dan mengkreasikan kembali
visual secara akurat di kepalanya (senirupawan, navigator, perancang, pemain
catur).
6.
Interpersonal Intelligence, kemampuan membuat perbedaan-perbedaan diantara
individu-individu berkenaan dengan suasana hati, motivasi- motivasi, dan
temperamennya, dan mengkomunikasikannya. Berpotensi menjadi (politisi, pemimpin
agama, konsultan, pelatih, pengarah).
7.
Intrapersonal Intelligence, kemampuan melakukan refleksi diri dan memiliki
kesadaran akan keadaan dirinya. Kemampuan mendefinisikan perasaan dirinya
sebagai cara untuk memahami dan mengarahkan tingkah lakunya (psikolog,
konsultan).
8.
Naturalistic Intelligence, kemampuan mengenali pola-pola dalam alam dan mengelompokannya
menurut hal-hal kecil (ahli botani, geologi, dan penjaga alam)
Bahkan
jauh sebelum Gardner maupun Kodaly lahir dan berkarya, seorang filsuf Yunani
terkenal telah menyatakan pandangannya tentang pentingnya musik dalam kehidupan
manusia. Dia adalah Plato (300 SM). Plato mengatakan bahwa musik adalah alat
pendidikan yang memiliki kekuatan yang besar (the most powerfull educational
aid), juga bermain. Anak-anak memiliki kecenderungan yang alami untuk bernyanyi
dan bermain, dan bentuk kedua aktivitas ini memegang peranan penting dalam perkembangan
mereka.
Bagi
bayi dan anak-anak kecil, musik dan permainan merupakan dua aktivitas yang
tidak dapat dipisahkan (Bridges 1994; 36). Anak-anak ada masa usia balita
senang dengan permainan yang selalu dikaitkan dengan musik (Maxim 1989;304).
Menurut Lay-Dopyera & Dopyera (t997; 396), beberapa anak menghubungkan
musik melalui gerakan-gerakan.
Lebih
lanjut dikatakan oleh Yazejian dan peisner-Feinberg (2002) peneliti dari FPG
Child Development Institute, USA, bahwa pengalaman musik dan gerak kerapkali
dipandang sebagai aktivitas dan materi yang berkaitan dengan perkembangan
kemampuan berbahasa dan kognitif anak, yakni kemampuan-kemampuan yang
diasosiasikan dengan definisi konvensional dari kesiapan bersekolah.
Selanjutnya dikatakan bahwa ada keterkaitan yang kuat antara pendidikan musik
dan kesiapan anak masuk sekolah.
Proses belajar musik
pada anak usia dini
Berikut
disajikan hasil penelitian yang dilakukan oleh Moog dan Gordon yang meneliti
bagaimana proses anak mengenali musik. Menurutnya (Moog, H, 1976):
1.
Ketika seorang ibu memperdengarkan musik kepada bayinya selama bulan-bulan
terakhir kehamilan, jabang bayi akan menjadi aktif bergerak.
2.
Pada saat senyumnya yang pertama, musik-musik lembut dengan pitch nada tinggi
akan membuatnya tenang.
3.
Hal ini akan berubah ketika bayi berumur empat hingga enam bulan, bayi akan
bereaksi mencari sumber musik dan mendengarkannya dengan cermat. Kerapkali hal
ini dilakukan dengan ekspresi penuh keheranan dan wajah gembira.
4.
Nada-nada tinggi dari suara penyanyi atau instrumen musik seperti rekorder
membawa efek menenangkan bayi.
5.
Antara usia empat dan enam bulan, anak mulai memberikan respons pada musik yang
diperdengarkan padanya dengan jelas, berupa gerakan- gerakan yang
diulang-ulang, biasanya dengan seluruh tubuhnya seperti melambung dan
bergoyang-goyang. Gerakan-gerakan tersebut tidak "in tempo" dengan
musiknya.
6.
Usia antara lima belas bulan hingga satu setengah tahun, beberapa anak mulai
menyesuaikan gerakan-gerakan mereka dengan irama musik, namun dalam durasi yang
pendek.
7.
Segera setelah mereka mulai dapat melakukan gerakan-gerakan dengan tetap, anak
mulai membuat suara-suara (seperti kokok ayam atau mengikik) merespons musik.
Musik 'coleteh' ini nadanya tidak seperti nada musik pada umumnya, nadanya
dinyanyikan seperti berbicara. Ritmiknya bergerak tidak teratur dan temponya
tidak konsisten. 'Musik' ini oleh para ilmuwan disebut dengan istilah
parentese. Parentese adalah bunyi mirip suara orang berbicara yang ditampilkan
seperti musik, dengan bunyi-bunyi berfrekuensi tinggi, variasi-variasi trinada,
bersajak, berirama, sangat ekspresif, dan bunyi-bunyi vokal yang meluncur
luwes, dan kesemuanya itu disertai dengan ekspresi wajah yang dramatis (Campbell,
86). Musik 'coleteh' dengan berbagai pitch yang dihasilkan anak ini dimaksudkan
untuk merespons nyanyian yang ditujukan padanya. Vokalisasi ini tentunya
terdengar tidak diatonis atau tidak berirama. Interval-interval nadanya
cenderung descending, bergerak dalam interval yang tidak biasa, dan wilayah
nadanya sekitar satu oktaf berkisar di nada f .
8.
Pada usia satu setengah tahun, anak mulai suka menari dengan anak- anak yang
lain. Menari yang dimaksudkan di sini adalah gerakan-gerakan bagian atau
seluruh tubuh yang dilakukan anak secara spontan karena rangsang irama musik
yang didengarnya.
9.
Sekitar usia dua tahun, anak mulai memperlihatkan kemampuannya mendengarkan
musik dengan durasi yang lebih lama dibandingkan beberapa bulan sebelumnya.
Mereka juga merespons musik secara spontan dengan gerakan-gerakan menari.
10.
Usia antara satu hingga dua tahun, anak mulai mengimitasi (menirukan) lagu-lagu
anak-anak yang pemah mereka dengar. Bila di rumah anggota keluarga sering menyaksikan
iklan, maka lagg-lagu jingle iklan tertentu menjadi konsumsi anak usia ini.
Jingle adalah musik instrumentalia ataupun vokal yang dibuat khusus untuk iklan
produk tertentu. Biasanya lagu tersebut pendek, dinamis, dan sangat atraktif
sehingga menarik perhatian para calon konsumennya. Anak menirukan syair lagu
sebelum mereka menirukan irama atau pitch-nya. (Menurut penelitian, 16% anak menirukan
irama dan pitch dan termasuk mulai usia antara dua tahun dan tiga tahun, anak
mengimitasi syairnya. Sekitar 50% anak usia tiga tahun dapat menirukan syair,
irama, dan pitch seluruh bagian sebuah lagu dengan sedikit kesalahan yang
dilakukannya).
11.
Sebagian besar anak usia tiga tahun dan lima tahun akan membuat gerakan-gerakan
spontan dan variasi-variasinya dalam merespons musik. Mulai usia enam tahun,
sebagian besar anak tidak lagi merespons musik dengan gerakan-gerakan yang
diulang-ulang' Ada hubungan antara gerakan dan musik melalui gerakan yang
dipelajari seperti gerakan para penyanyi, dan penari yang pernah mereka lihat.
12.
Anak usia empat dan enam tahun yang dapat mensinkronkan gerakan ciptaan mereka
dengan irama musik meningkat dua kali lipat pada periode ini, Kemajuan yang
dicapai anak pada periode ini adalah anak dapat mengkoordinasikan gerakan dengan
irama dan dalam durasi yang cukup lama.
13.
Ketika sebuah lagu diperdengarkan atau dimainkan pada instrumen musik (tanpa
syair), hanya 40 dari anak usia empat tahun yang dapat mengenali lagu tersebut,
sedangkan aktivitas yang sama dapat dilakukan oleh anak usia lima tahun
sebanyak 75%.
LANGKAH-LANGKAH UMUM
MEMBUAT LAGU
Pembuatan
lagu pada dasarnya ditentukan oleh musikalitas seseorang. Namun prosesnya dapat
dirakukan dengan rebih teratur jika pembuat lagu memiliki kemampuan dasar-dasar
pemahaman unsur-unsur musik. Pemahaman akan unsur-unsur musik tidak dapat
dikatakan sebagai suatu kemampuan teoritik, sebab pemahaman akan unsur-unsur
musik hanya dapat dicapai dengan pendekatan praktek. Yang pertama menjadi dasar
adalah tujuan atau maksud dari musik yang ingin dibuat.
l. Pemahaman
Isi/Tujuan pembuatan Lagu
Memahami
isi lagu yang akan dibuat akan memberikan banyak pengaruh terhadap lagu yang
akan dibuat. yang paring jeras tentu akan tampak pada syair lagu yang dibuat.
Pemahaman terhadap isi lagu juga akan menentukan rangkaian nada-nada yang
disusun menjadi melodi sehingga watak melodi tersebut dapat mencerminkan makna
lagu.
2. Penguasaan dan
Penentuan Nada-dasar pada Tangganada
Nada
dasar adalah nada yang menjadi pusat pergerakan atau arah penyelesaian
rangkaian nada-nada dalam suatu tangganada. Dalam urutannya, nada dasar
ditempatkan pada posisi pertama dan menjadi nama untuk tangganada tersebut,
misalnya pada tangganada c mayor nada dasarnya adalah c.
3. Menentukan
Struktur Lagu
Sebuah
lagu mempunyai bagian-bagian tertentu yang tersusun dalam struktur tertentu.
Strukrur Iagu adalah susunan unsur kalimat musik yang rnembentuk suatu lagu.
4. Menentukan
Jangkauan Nada
Sebuah
lagu mempunyai nada terendah dan tertinggi yang ada dalam rangkaian melodinya.
Jarak antara nada terendah hingga nada tertinggi tersebut dinamakan jangkauan
nada. Setiap lagu mempunyai jangkauan nada yang berbeda-beda. Perbedaan
tersebut biasanya ditentukan oleh tingkat usia sasaran yang dituju oleh isi
lagu tersebut, misalnya lagu untuk kalangan anak usia dini, anak usia sekolah
dasar, anak remaja, dan orang dewasa. Oleh karena itu, dalanr membuat lagu,
faktor jangkauan nada harus menjadi salah satu dasar. Dalam kaitan dengan
pembuatan lagu untuk anak usia dini, pembuat lagu harus tahu kemampuan jangkauan
nada anak usia tersebut.
5. Menentukan Puncak
Lagu
Sebuah
lagu adalah ungkapan perasaan. Melalui lagu, pembuat lagu ingin mencurahkan
perasaannya melalui rangkaian nada-nada. Keadaan perasaan tersebut
diekspresikan dengan terarur melalui perubahan tinggi rendah nada yang bersifat
dinamis. Dari dinamika rangkaian nada tersebut terdapat bagian rangkaian nada
yang merupakan bagian ekspresi paling menonjol. Bagian ekspresi lagu tersebut
dinamakan puncak lagu
6. Menuliskan dalam
Notasi Musik
Notasi
merupakan sarana untuk menuliskan gagasan dalam bentuk simbol-simbol yang dapat
digunakan untuk mengomunikasikan gagasan tersebut dari seseorang kepada orang
lain. Di samping itu, notasi juga merupakan sarana pendokumentasian karya dalam
bentuk tulisan. Dalam membuat lagu, akan lebih baik jika pembuat lagu mempunyai
kemampuan
menuliskan
gagasan musiknya dalam bentuk notasi.
Penyajian
musik
Musik dapat disajikan baik secara vokal maupun
instrumental. Bila vokal yg menjadi alatnya adalah mulut. Bila secara
instrumental alatnya adalah instrumen atau alat musik.
Paduan
suara atau koor
(dari bahasa
Belanda: Koor) adalah menyanyi yang dibawakan oleh beberapa penyanyi,
yang dipimpin oleh seorang dirigen.
Produksi
Suara Manusia
Suara yang dihasilkan pada saat kita bicara
(speaking voice): keras, kasar, tidak beresonansi, berat, menghabiskan banyak
nafas.
Suara pada saat kita menyanyi (singing voice):
halus, bersih, ringan, beresonansi, seluruh nafas yang keluar menjadi suara.
Nada
terbagi menjadi 4 sifat:
1.PITCH, yaitu ketepatan jangkauan nada
2.DURASI, yaitu lamanya sebuah nada harus dibunyikan
3.INTENSITAS NADA, yaitu keras, lembutnya nada yang
harus dibunyikan
4.TIMBRE, yaitu warna suara yang berbeda tiap-tiap
orang
Macam-macam
tanda tempo:
1. Largo :
sangat lambat
2. Grave :
sangat lambat, khidmat
3. Adagio :
lambat (sedikit lebih cepat dari grave)
4. Andante :
agak lambat (sedikit lebih cepat dari adagio)
5. Moderato :
sedang (sedikit lebih cepat dari andante)
6. Allegreto :
cepat sedang
7. Allegro :
cepat
8. Presto :
sangat cepat
10.Prestissimo: secepat mungkin
Teknik
vokal
adalah cara memproduksi suara yang baik dan benar,
sehingga suara yang keluar terdengar jelas, indah, merdu dan nyaring
Unsur-unsur
Teknik Vokal :
1.SIKAP BADAN, adalah posisi ketika sedang menyanyi. Kondisi badan harus
rileks, agar pernafasasan tidak terganggu.
2.PERNAFASAN, adalah usaha untuk menghirup udara sebanyak-banyaknya,
kemudian disimpan dan dikeluarkan sedikit demi sedikit sesuai dengan keperluan.
3.ARTIKULASI, adalah cara pengucapan kata demi kata yang baik dan jelas.
4. PHRASERING, adalah aturan pemenggalan kalimat yang baik dan benar
sehingga mudah dimengerti.
5. RESONANSI, adalah usaha untuk memperindah suara dengan mengfungsikan
rongga-rongga udara yang turut bervibrasi/ bergetar disekitar mulut dan
tenggorokan.
6. INTONASI, adalah tinggi rendahnya suatu nada yang harus dijangkau
dengan tepat.
7. VIBRATE, adalah usaha untuk memperindah sebuah lagu dengan cara memberi
gelombang/ suara yang bergetar teratur.
8. IMPROVISASI, adalah usaha memperindah lagu dengan mengubah/ menambah
sebagian melodi lagu, tanpa mengubah melodi pokoknya.
9. INTEPRETASI & EKSPRESI, adalah memahami dan
menjiwai lagu.
Latihan
pemanasan suara:
Bunyikan secara haming nada-nada dibawah ini. Haming
adalah membunyikan mmm dengan posisi mulut rapat, gigi atas dan bawah tidak
mengatup/renggang seperti orang mau menguap.
1 . . .
I 2 . . . I 3 .
. . I
2 . . . I 1 . . .
I
Mm
mm mm mm
mm
1 . 2
. I 3 . 2 . I
1 . 2
. I 3
. 2 . I 1
. . . 0 I
Mm mm mm
mm mm mm mm mm mm
1 2 3
4 5 I 4 3
2 1 I
2 3 4
5 I 4
3 2 1 I . .
M m m m m
m m m m m m m m m m m m
Merawat
Pita Suara :
1.Jangan memaksakan diri menyanyikan nada-nada tinggi yang belum
dikuasai. Pita suara biasa aus.
2.Jangan minum es sebelum dan sesudah latihan atau hari yang sangat
panas.
3.Jangan memaksakan diri menyanyi jika sedang sakit.
4.Hindari makanan berminyak, pedas, 3 jam sebelum bernyanyi.
5.Biasakan minum air putih ketika bangun
tidur, senam pagi sambil menghirup udara bersih sebanyak-banyaknya.
6.Jangan bernyanyi dalam keadaan perut kosong atau terlalu kenyang. Ini
mempengaruhi rongga perut, diafragma, dan kualitas pernafasan.
Jenis alat musik berdasarkan cara memainkannya:
1.Alat gesek, yaitu alat musik yang dimainkan dengan cara menggesek dawainya.
Contoh: biola,cello,kontra bass
2.Alat tiup, dimainkan dengan cara ditiup. Contoh: trompet, trombon,
flute, klarinet, recorder, seruling.
3.Alat petik, dimainkan dengan cara dipetik dawainya. Contoh: gitar,
mandolin, harpa.
4.Alat pukul, dimainkan dengan cara memukulnya. Contoh: simbal, dram
5.Alat keyboard, yaitu alat musik yg memakai bilah-bilah nada. Contoh:
organ,piano,pianika
Tidak ada komentar:
Posting Komentar